Electrical Engineer di Dunia EPC

high-voltage-sign2Akhirnya aku harus memutuskan untuk melanjutkan tulisan ini, setelah membaca postingan baru dari junior kampusku di mailing list alumni almamater ku. Memahami tentang postingan pada mailing list tersebut, aku melihat masih sangat rendahnya pemahaman mahasiswa (terutama mahasiswa di almamaterku) tentang dunia kerja yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan study formal di kampus. Wajar saja, karena dosen memang sama sekali tidak mampu memberikan pemahaman apa-apa tentang kondisi dunia kerja kepada mahasiswanya, itu setidaknya yang ku alami pada masa-masa kuliah dulu. Aku harus super aktif diskusi dengan senior dan rekan-rekanku (aku telat 2 tahun menyelesaikan study S1 ku -_-“) yang sudah lebih dahulu menempuh dunia kerja untuk mendapatkan pemahaman mengenai situasi, kondisi dan hal-hal yang memang perlu dipersiapkan sebelum terjun ke dunia “pencari kerja”.

Oh ya, tulisan ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya, masih berhubungan dengan dunia EPC (Engineering, Procurement, Construction) jadi yang masih bingung dengan apa itu EPC, bisa merujuk ke postingan sebelumnya.

Baiklah, langsung saja dimulai. Electrical engineer merupakan istilah keren dari Sarjana Teknik Elektro di dunia kerja. Tidak bisa dipungkiri, sebagai seorang engineer, banyak hal yang harus diketahui oleh seorang electrical engineer, tidak hanya berhubungan dengan kemampuan akademis yang sudah mutlak harus dimiliki, tetapi juga kemampuan untuk “mengkondisikan” situasi. Maksudnya adalah kemampuan untuk meyakinkan orang lain, kemampuan untuk mengontrol pembicaraan di forum formal dan soft skill lainnya

Back to topic, kemampuan akademis yang mutlak harus dimiliki oleh seorang electrical engineer di dunia EPC adalah sebagai berikut:

1. Pemahaman tentang electrical devices/equipment

Peralatan electrical yang saya maksud disini adalah generator, transformer, switchgear, substation, power cable, electrical motor dan relay.

2. Pemahaman tentang electrical system

System 3 phasa adalah hal mutlak yang harus benar-benar dipahami, lengkap dengan semua kondisi, kondisi seimbang (balance), kondisi tidak seimbang (unbalance), kondisi gangguan (fault condition) baik symmetrical maupun assymetrical.

3. Kemampuan design

Untuk kemampuan design ini tidak hanya pemahaman saja, tetapi termasuk perhitungan (calculation) dan setiap design harus mengacu kepada standar-standar yang ada. Standar yang umum dipakai saat ini adalah PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) yang berlaku sebagai standar baku yang dipakai di Indonesia, dikeluarkan oleh PLN. Stadard lainnya adalah standar diakui dalam lingkup International, seperti IEC (International Electrotechnic Comission), IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineer), NEC (National Electrical Code), NEMA (National Electrical Manufacturer Association) and NFPA (National Fire Protection Association). Calculation dan design yang biasanya dikerjakan oleh electrical engineer adalah:

  • Generator capacity design
  • Transformer capacity design
  • Load schedule
  • Cable sizing yang terkait dengan voltage drop
  • Lightning protection design
  • Lighting design
  • Relay coordination
  • Circuit breaker calculation
  • Short circuit calculation

4. Kemampuan membaca Single Line Diagram (SLD)

Interprestasi dari design yang telah dilakukan adalah single line diagram, pada single line diagram ini akan terlihat hubungan dari semua peralatan yang ada pada system dan peralatan apa saja yang ada pada system. Single line diagram adalah gambaran system yang telah kita rancang dalam bentuk satu garis yang sebenarnya adalah perwakilan dari system 3 phasa. Dalam single line diagram ini, semua peralatan yang ada pada system ditampilkan dalam bentuk electrical symbol. Sekali lagi saya tekankan, dalam penulisan symbol ini sudah ada aturannya. Jadi sudah ada symbol baku untuk semua peralatan yang akan kita tampilkan dalam single line diagram ini.

5. Kemapuan pengunaan software

Pada zaman digital ini, kemampuan software tidak hanya harus dikuasai oleh engineer-engineer yang bekerja dibidang IT. Software adalah tools yang biasa digunakan untuk mempermudah pekerjaan, jadi sudah pasti untuk engineer-engineer (electrical engineer, mechanical engineer, piping engineer, process engineer, instrument engineer and civil engineer) kemampuan menggunakan software ini akan sangat menjadi nilai lebih. Untuk electrical engineer sendiri, kemampuan software yang harus dikuasai adalah ETAP, AutoCad dan Excel.  Berikut ini sedikit jabaran mengenai masing-masing software tersebut:

  • ETAP

Semua electrical pasti sudah kenal dengan software yang satu ini. Ya, Etap sering digunakan untuk memodelkan system yang sudah kita rancang dan setelah dimodelkan, bisa dilakukan input data untuk masing-masing rating pada peralatan yang ada pada system. Setelah semua rating dimasukkan, bisa dilakukan simulasi. Minimal, untuk junior electrical engineer harus bisa melakukan simulasi load flow dan short circuit analyze.

  • AutoCad

AutoCad adalah software yang biasa digunakan untuk drawing, electrical engineer juga harus bisa menggunakan software ini untuk men-design single line diagram dari system yang dirancangnya.

  • MS Excel

Untuk yang bertanya kenapa MS Excel juga diperlukan oleh electrical engineer, berikut ini pemaparannya. Sebagai electrical engineer, pasti tidak akan jauh dari yang namanya “calculation”. Untuk perhitungan dengan data yang masih sedikit, mungkin bisa dilakukan secara manual, tetapi untuk perhitungan dengan data yang bisa mencapai ratusan atau bahkan ribuan (Cable schedule, Load List dan Lighting), kita harus menggunakan software untuk hal ini. Disini lah MS Excel digunakan.

Itu lah sedikit gambaran mengenai kehidupan electrical engineer di dunia EPC. Jika ada yang ingin di diskusikan, silahkan komen dibawah ini.

28 thoughts on “Electrical Engineer di Dunia EPC

  1. Thank’s gan. sangat berguna sekali. bisakah diperinci atau membagi ilmu tentang electrical equipment, system. calculation2nya, berikut pembelajaran etap. guna pembalajaran saya. juga yg lainnya. terima kasih

    • Makasih komenya gan. Saya udah mulai sedikit gan, di postingan terbaru saya mengenai design cable power. Ini juga sedikit nyuri waktu disela kesibukan hehe..
      InshaAllah bkalan di update terus.

    • Wa’alaikumsalam..
      Insha Allah Pak. Mudah2n tulisan kecil kita disini bisa memberikan sumbangan manfaat untuk sesama.
      Oke Pak, nanti saya mampir ke sana. Saya udah lama gak update lagi nih, banyak yang pengen di update, tapi belum dikonsep rapi🙂

  2. Assalamu’alaikum
    Untuk software yang harus dikuasai lulusan elektro di tahun 2014 ini ada tambahan?
    Klo telekomunikasi bukannya bagian dari elektro, software apa tu mas yang harus dikuasai lulusan teknik elektro konsentrasi telekomunikasi?
    Trims

    • Wa’alaikumsalam..
      Waduh, kebebetulan saya bukan profesional dibidang telekomunikasi mas.
      Coba sharing aj pengalaman dari kawan-kawan yang berkiprah di dunia telco.
      Perusahaan telco sendiri juga terbagi menjadi beberapa core business. Bisa kita kategorikan menjadi:
      1. Provider
      Penyedia layanan telco di indo. Salah satunya, Telkom, Telkomsel, Indosat, dan rekan sejawatnya.
      2. Service
      Perusahaan penyedia jasa service ke provider. Nah ini banyak, mulai dari IT, jaringan (optic dan cellular), dan hardware (i.e. BTS).
      3. Vendor
      Supplier untuk peralatan telco. Contohnya BTS. Biasanya supplier ini juga bisa bertindak sebagai contractor untuk bidang telco.

      Untuk software, saya kurang paham mas. Cuman rata-rata rekan saya yang berkiprah di bidang telco, paham mengenai jaringan semua. Saya dulu juga pernah beberapa kali tes di perusahaan telco, karena gak paham dengan jaringan jadi gak lolos🙂
      Untuk programmingnya sendiri, menurut mereka yang penting paham bokapnya programming (C) dan bisa salah satu software database (MySQL, potgrey, etc).
      Software lainnya biasanya tergantung brand dari masing-masing peralatan yang dipake sih.
      lebih kurang seperti itu..

  3. Nice share Mas🙂
    Mas, saya ada recomendasi buku untuk panduan belajar ETAP khususnya untuk belajar sendiri dirumah? soalnya seperti kita tahu klo untuk pelatihan2 Software ini kan biayanya agak lumayan mahal hehe, trims sebelumnya😀

    • Bisa kok mas. Kalau untuk download dari Scribd sampeyan harus punya akun di scribd dan upload beberapa document dulu, setelah itu baru fitur download document discribd diaktifkan oleh adminnya. Kalau mau, saya kirim email langsung saja. Silahkan dishare e-mailnya di sini. Thanks

  4. assalamulaikum gan, saya mau bertanya apabila mau bekerja di dunia epc, konsentrasi apa yang bisa saya ambil?. Kalau belajar PLC itu masuk konsentrasi mana ya gan? apa kepake di EPC? (saya mahasiswa elektro tingkat 2)

    • Wa’alaikumsalam Gan.
      Untuk teknik elektro, bisa dua gan. Tergantung konsentrasi jurusan agan. Kalau agan fokus di electrical power, di dunia kerja lebih cocok jadi electrical engineer. Kalau konsentrasi agan ke PLC seperti yang agan utarakan di atas, cocoknya jadi instrument & control engineer. Selain di EPC, vendor dan owner pun banyak yang membutuhkan instrument & control engineer gan. Untuk vendor, agan bisa browsing vendor yang menyediakan layanan instrument dan control di power plant dan migas, ada banyak (Yokogawa, Honeywell, ABB, Siemens, dll). Sementara kalau disisi owner (PLN, Pertamina, Total, BP, etc.), biasanya lebih ke Operation & Maintenance untuk system Instrument & Control di plant (gas plant, petrochemical plant, etc.) dan refinery.
      Sebagai gambaran, untuk Instrument & Control Engineer di EPC, biasanya kita tidak design coding untuk PLC gan, hanya design philosophy controlnya saja, sedangkan coding untuk PLC biasanya dikerjakan oleh vendor yang ane sebutkan di atas. Vendor yang paham detail mengenai isi dari PLC mereka (Yokogawa, ABB, Honeywell,etc.). Sedangkan Instrument & Control disisi owner hanya menjalankan dan maintenance system yang dibangun oleh EPC Contractor.
      Saran ane, mumpung agan masih kuliah, perbanyak belajar gan, pelajaran yang aplikatif untuk dunia kerja kalau memang akan terjun langsung ke dunia kerja.

      Salam.

      • terima kasih atas jawabannya gan, Apa di kosentrasi elektronika mempelajari PLC? sebab di jurusan saya tidak ada kosentrasi kendali.

      • Wah, itu tergantung masing-masing kampus sebenarnya gan. Menurut ane kalau di kapmus ente belum ada jurusan kendali, dari jurusan elektronika pun bisa gan. Karena secara logic, PLC dan electronika kendali itu mirip gan. Nanti pada saat tugas akhir juga bisa ambil judul yang berkaitan dengan PLC gan.
        Namun, kalau di EPC kita tidak kenal dengan Electronic Engineer gan. Kalaupun agan dari jurusan elektronika, dan kalau nantinya diterima bekerja di EPC, arahannya tetap ke Instrument & Control Engineer.
        Electronic biasanya di manufacture dan perusahaan service (i.e. geoservice).

  5. bagus gan… d apdet terus gan … ane juga dari electrical engineering… uda telat lulus 1 taun dan sekarang berjuang untuk lulus… ane minta saran gan, kira2 apa yang harus ane lakuin untuk menunjang atau untuk nilai plus sebagai penutup kekurangan ane : lulus lama…. soal nya ane lumayan takut susah dapet kerja nanti ya… oya… ane kuliah di konsentrasi Power.

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
      Sependek pengetahuan saya, tidak semua EPC company yang mewajibkan bahasa Inggris, terutama EPC lokal.

      Namun saat ini kemampuan bahasa inggris sangat mendukung di dunia kerja saat ini, apalagi AFTA 2015 sudah di depan mata. Untuk berkomunikasi dengan bangsa yang berbeda, sampai saat ini bahasa inggris masih menjadi bahasa yang umum digunakan.

      Disisi lain, proyek EPC adalah proyek yang sangat kental dengan teknologi dari luar negeri, baik Eropa, Amerika, Jepang, Korea dan Tiongkok. Sudah barang pasti untuk komunikasi juga dibutuhkan bahasa, lagi-lagi bahasa inggris yang banyak digunakan.

      Kalau mas Kamarta masih dijenjang kuliah saat ini, lebih baik bahasa ini juga menjadi salah satu fokus untuk modal setelah menyelesaikan kuliah nantinya.

      Salam,

  6. gan mohon bimbingannnya…saya lagi belajar etap 7.5 trus kemarin coba2 cari software nya di mangga 2 .software nya dapat tapi ga bisa di install . sampe sabf penjual sofwarenya pun gagal terus sampai angkat tangan . bisa ada coba yang bantu gan ? ini email saya andi_supiyandi77@yahoo.co.id . mohon bantuannya ya agan2 suhu yang sudah fasih dengan etap . terimakasih

    • Waduh, ane kira ngemail ke agan @anang, ane udah e-mail ke agan andi s. Udah masuk e-mail ane gan? OS ente windows 64 apa 32 bit? Etap ente support yang mana? Sorry, ane baru nongol lagi nih. Habis nguli beberapa bulan ini, jadi gk keurus ini blog🙂

  7. mas saya mau tanya, kalo elektro arus kuat biasanya di tempatin di bagian apa mas kalo di migas.. kalo boleh tau ilmu2 elektro arus kuat yang berguna di migas itu apa mas.. jadi biar lebih siap terjun di migas😉 thanks mas😉

    • Sory gan, baru nongol lagi ane. Untuk elektro arus kuat hampir semuanya kepake gan. Tergantung ente mau kerja dibagian apa. Untuk design, biasanya lebih ke Sistem dan Proteksi. Sistem dan proteksi pasti kepake dimana aj gan, terutama di kontraktor dan client. Kalau di vendor memang kurang kepake, vendor biasanya lebih spesifik ke peralatan yang dijualnya.
      Btw ente univ mana?

    • Alhamdulillah kalau bermanfaat gan. Mudah-mudahan bisa terus ngembangin blog ini untuk media belajar dan sharing ilmu yang bermanfaat. Aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s